Minggu, 03 Juni 2018

Iman kepada kitab Allah swt.

Assalamualaikum wr.wb sobatt 👋

Apa kalian sudah tau nih tentang kitab kitab Allah swt.? Apa si pengertian iman kepada kitab Allah? Kira kira didalam materi kali ini kita akan bersama sama dalam mempelajari iman kepada kitab Allah. Mulai dari pengertian hingga manfaatnya. 

Semoga kita semua diberi kelancaran dalam mempelajari iman kepada kitab Allah swt.

Hayuuk kita pelajari..😀

Iman Kepada Kitab Allah – Pengertian iman kepada kitab-kitab Allah adalah mempercayai dan meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para nabi atau rasul yang berisi wahyu Allah untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia. Ada 3 tingkatan dalam beriman kepada kitab Allah, yaitu :

Qotmil (membaca saja)Tartil (membaca dan memahami)Hafidz (membaca, memahami, mengamalkan dan menghafalkan.

Singkatnya kita sebagai umat Islam belum cukup beriman kepada kitab-kitab Allah swt saja, tetapi harus senantiasa membaca, mempelajari dan memahami isi kandungannya. Sehingga kita tahu aturan-aturan dalamnya untuk selanjutnya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Kitab dan Suhuf

Kitab yaitu kumpulan wahyu Allah yang disampaikan kepada para rasul untuk diajarkan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup. Suhuf yaitu wahyu Allah yang disampaikan kepada rasul, tetapi masih berupa lembaran-lembaran yang terpisah.

Ada persamaan dan perbedaan antara kitab dan suhuf.

Persamaan : Kitab dan suhuf sama-sama wahyu dari Allah.Perbedaan : Isi kitab lebih lengkap daripada isi suhuf, kitab dibukukan sedangkan suhuf tidak dibukukan.

Allah menyatakan bahwa orang mukmin harus meyakini adanya kitab-kitab suci yang turun sebelum Al Qur’an seperti disebutkan dalam firman Allah :

QS. An-Nisa ayat 136

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya”. (QS An Nisa : 136)

Selain menurunkan kitab suci, Allah juga menurunkan suhuf yang berupa lembaran-lembaran yang telah diturunkan kepada para nabi seperti Nabi Ibrahim a.s dan nabi Musa a.s. Firman Allah SWT .

Kitab-kitab Allah berfungsi untuk menuntun manusia dalam meyakini Allah SWT dan apa yang telah diturunkan kepada rasul-rasul-Nya sebagaimana digambarkan dalam firman Allah SWT berikut.

Kitab-Kitab Allah

1. Kitab Taurat

Kitab ini diturunkan kepada Nabi Musa as sebagai pedoman dan petunjuk bagi Bani Israel. Sesuai firman Allah swt yang artinya: “Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): “Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku” (QS. Al-Isra’ [17]: 2)

Adapun isi kandungan kitab Taurat meliputi hal-hal berikut :

Kewajiban meyakini keesaan AllahLarangan menyembah berhalaLarangan menyebut nama Allah dengan sia-siaSupaya mensucikan hari sabtu (sabat)Menghormati kedua orang tuaLarangan membunuh sesama manusia tanpa alasan yang benarLarangan berbuat zinaLarangan mencuriLarangan menjadi saksi palsuLarangan mengambil hak orang lain

 
2. Kitab Zabur

Kitab ini diturunkan kepada Nabi Daud as sebagai pedoman dan petunjuk bagi umatnya. Firman Allah

QS. Al Isra Ayat 55

Artinya: “Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (QS. Al-Isra’ [17]: 55)

Kitab Zabur (Mazmur) berisi kumpulan nyanyian dan pujian kepada Allah atas segala nikmat yang telah dikaruniakan-Nya. Selain itu berisi zikir, doa, nasihat, dan kata-kata hikmah. Menurut orang-orang Yahudi dan Nasrani, kitab Zabur sekarang ada pada Perjanjian Lama yang terdiri atas 150 pasal.

 

3. Kitab Injil

Kitab ini diturunkan kepada Nabi Isa as sebagai petunjuk dan tuntunan bagi Bani Israel. Allah swt berfirman

QS. Al Maidah 46

Artinya: “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi Nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, Yaitu: Taurat. dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, Yaitu kitab Taurat. dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Maidah [5]: 46

Kitab Injil memuat beberapa ajaran pokok, antara lain:

Perintah agar kembali kepada tauhid yang murniAjaran yang menyempurnakan kitab TauratAjaran agar hidup sederhana dan menjauhi sifat tamak (rakus)Pembenaran terhadap kitab-kitab yang datang sebelumnya

4. Kitab al-Qur’an

Kitab suci al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk dijadikan petunjuk dan pedoman bagi seluruh umat manusia, bukan hanya untuk bangsa Arab. Sebagaimana firman Allah

QS. Al Furqan Ayat 1

Artinya: “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al-Furqan [25]: 1)

Secara keseluruhan, isi al-Qur’an meliputi hal-hal berikut:

Pembahasan mengenai prinsip-prinsip akidah (keimanan)Pembahasan yang mengangkat prinsip-prinsip ibadahPembahasan yang berkenaan dengan prinsip-prinsip syariat

Kedudukan-kedudukan al-Qur’an antara lain:

Sebagai wahyu Allah swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sawSebagai mukjizat Nabi Muhammad sawSebagai pedoman hidup manusia agar tercapai kebahagiaan di dunia dan akhiratSebagai sumber dari segala sumber hukum Islam

Pelajar Juga :

Pengertian dan Fungsi Iman Kepada Rasul AllahPengertian Iman Kepada Hari Akhir

Fungsi dan Hikmah Iman Kepada Kitab Allah

1. Fungsi Iman kepada Kitab-kitab Allah

Untuk meningkatkan kualitas kehidupan pribadiUntuk membangun kehidupan bermasyarakatUntuk menjalin kerukunan dalam hidup berbangsa dan bernegara

2. Hikmah Iman kepada Kitab-kitab Allah

Meningkatkan keimanan kepada Allah swt yang telah mengutus para rasul untuk menyampaikan risalahnya.Hidup manusia menjadi tertata karena adanya hukum yang bersumber pada kitab suciTermotivasi untuk beribadah dan menjalankan kewajiban-kewajiban agama, seperti yang tertuang dalam kitab suciMenumbuhkan sikap optimis karena telah dikaruniai pedoman hidup dari Allah untuk meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhiratTerjaga ketakwaannya dengan selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya

Penerapan Hikmah Iman terhadap Kitab-kitab Suci

1. Ada banyak cara untuk beriman terhadap kita-kitab suci Allah, diantaranya :

Meyakini kebenaran yang terkandung dalam kitab-kitab AllahMeyakini bahwa kitab-kitab itu benar-benar wahyu Allah bukan karangan para nabi dan rasul

2. Beriman kepada al-Qur’an. Caranya adalah :

Meyakini bahwa al-Qur’an benar-benar wahyu Allah, bukan karangan Nabi Muhammad sawMeyakini bahwa isi al-Qur’an dijamin kebenarannya, tanpa ada keraguan sedikit punMempelajari, memahami, dan menghayati isi kandungan al-Qur’anMengamalkan ajaran al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.


Alhamdulillah kita telah mempelajarinya, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua ya😇

Sumber terpercaya : https://www.eduspensa.id/pengertian-fungsi-penerapan-iman-kitab-allah/

Dan tambahan pembukaa diri sendiri 


Wassalamualaikum wr.wb

Sabtu, 02 Juni 2018

Prinsip Ekonomi Islam

Assalamualaikum wr.wb
   Teman teman sekalian 😇 pada kesempatan kali ini mari yuk kita sama sama mempelajari prinsip ekonomi dalam islam.
   Allah swt. Telah menyempurnakan agama islam dan menurunkan kitab suci Alquran kepada Rasulullah saw. Sebagai pedoman hidup yang mengatur segala urusan manusia agar hidup menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi kehidupan bersama.
    Segala sesuatu yang baik telah dijelaskan oleh Allah swt., didalam hadis, begitu pula dengan sesuatu yang buruk. Salah satu kebaikan yang dijelaskan adalah mengenai prinsip prinsip transaksi ekonomi.
    Umat islam seharusnya memahami dan mengamalkan prinsip prinsip tarnsaksi ekonomi sebagaimana yang trlah diajarkan oleh islam dan meninggalkan prinsip prinsip transaksi ekonomi yang bertentangan dengan ajaran islam. Hal tersebut selain untuk merain rida Allah swt., juga untuk menunjukan bahwa islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Dengan demikian, tentu akan banyak orang orang yang mengetahui kebenaran dan mengetahui keindahan islam.

1. PRINSIP EKONOMI ISLAM 

    Menurut Yusuf Qardhawi (2004), ilmu ekonomi Islam memiliki tiga prinsip dasar yaitu tauhid, akhlak, dan keseimbangan. Dua prinsip yang pertama kita sama-sama tahu pasti tidak ada dalam landasan dasar ekonomi konvensional. Prinsip keseimbangan pun, dalam praktiknya, justru yang membuat ekonomi konvensional semakin dikritik dan ditinggalkan orang. Ekonomi islam dikatakan memiliki dasar sebagai ekonomi Insani karena sistem ekonomi ini dilaksanakan dan ditujukan untuk kemakmuranmanusia.Sedangkan menurut Chapra, disebut sebagai ekonomi Tauhid. Keimanan mempunyai peranan penting dalam ekonomi Islam, karena secara langsung akan mempengaruhi cara pandang dalam membentuk kepribadian, perilaku, gaya hidup, selera,dan preferensi manusia, sikap-sikap terhadap manusia, sumber daya dan lingkungan.Saringan moral bertujuan untuk menjaga kepentingan diri tetap berada dalam batas-batas kepentingan sosial dengan mengubah preferensi individual seuai dengan prioritas sosial dan menghilangkan atau meminimalisasikan penggunaan sumber daya untuk tujuan yang akan menggagalkan visi sosial tersebut, yang akan meningkatkan keserasian antara kepentingan diri dan kepentingan sosial.(Nasution dkk)

    Dengan mengacu kepada aturan Ilahiah, maka setiap perbuatan manusia mempunyai nilai moral dan ibadah. Pada paham naturalis, sumber daya menjadi faktor terpenting dan pada pada paham monetaris menempatkan modal financial sebagai yang terpenting.Dalam ekomoni Islam sumber daya insanilah yang terpenting.

   Karasteristik Ekonomi Islam bersumber pada Islam itu sendiri yang meliputi tiga asas pokok. Ketiganya secara asasi dan bersama mengatur teori ekonomi dalam Islam, yaitu asas akidah, akhlak, dan asas hukum (muamalah).

    Ada beberapa Karasteristik ekonomi Islam sebagaimana disebutkan dalam Al-Mawsu’ah Al-ilmiah wa al-amaliyah al-islamiyah yang dapat diringkas sebagai berikut:

a. Harta Kepunyaan Allah dan Manusia Merupakan  khalifah Atas Harta

Karasteristik pertama ini terdiri dari 2 bagian yaitu :

Pertama, semua harta baik benda maupun alat produksi adalah milik Allah Swt, firman Q.S. Al- Baqarah, ayat 284 dan Q.S.Al –Maai’dah ayat17.

Kedua, manusia adalah khalifah atas harta miliknya.Sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Hadiid ayat 7.

Selain itu terdapat sabda Rasulullah SAW, yang juga mengemukakan peran manusia sebagai khalifah, diantara sabdanya ”Dunia ini hijau dan manis”.Allah telah menjadikan kamu khalifah (penguasa) didunia. Karena itu hendaklah kamu membahas cara berbuat mengenai harta di dunia ini.

Dapat disimpulkan bahwa semua harta yang ada ditangan manusia pada hakikatnya milik Allah, akan tetapi Allah memberikan hak kepada manusia untuk memanfaatkannya.

Sesungguhnya Islam sangat menghormati milik pribadi, baik itu barang- barang konsumsi ataupun barang- barang modal. Namun pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan orang lain. Jadi, kepemilikan dalam Islam tidak mutlak, karena pemilik sesungguhnya adalah Allah SWT.

Pada QS.an-Najm ayat 31 dan Firman Allah SWT. dalam QS. An-Nisaa ayat 32 dan QS. Al-Maa’idah ayat 38. jelaslah perbedaan antara status kepemilikan dalam sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi yang lainnya. Dalam Islam kepemilikan pribadi sangat dihormati walau hakekatnya tidak mutlak, dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan orang lain dan tentu saja tidak bertentangan pula dengan ajaran Islam. Sementara dalam sistem kapitalis, kepemilikan bersifat mutlak dan pemanfaatannya pun bebas.sedangkan dalam sistem sosialis justru sebaliknya, kepemilikan pribadi tidak diakui, yang ada kepemilikan oleh negara.

b. Ekonomi Terikat dengan Akidah, Syariah (hukum), dan Moral

     Diantara bukti hubungan ekonomi dan moral dalam Islam (yafie, 2003: 41-42) adalah: larangan terhadap pemilik dalam penggunaan hartanya yang dapat menimbulkankerugian atas harta orang lain atau kepentingan masyarakat, larangan melakukan penipuan dalam transaksi, larangan menimbun emas dan perak atau sarana- sarana moneter lainnya, sehinggamencegah peredaran uang, larangan melakukan pemborosan, karena akan menghancurkan individu dalam masyarakat.

c. Keseimbangan antara Kerohanian dan Kebendaan

    Beberapa ahli Barat memiliki tafsiran tersendiri terhadap Islam. Mereka menyatakan bahwa Islam sebagai agama yang menjaga diri, tetapi toleran (membuka diri). Selain itu para ahli tersebut menyatakan Islam adalah agama yang memiliki unsur keagamaan (mementingkan segi akhirat) dan sekularitas (segi dunia).Sesungguhnya Islam tidak memisahkan antara kehidupan dunia dan akhirat.

d. Ekonomi Islam Menciptakan Keseimbangan antara Kepentingan Individu dengan Kepentingan  umum

    Arti keseimbangan dalam sistem sosial Islam adalah, Islam tidak mengakui hak mutlak dan kebebasan mutlak, tetapi mempunyai batasan- batasan tertentu, termasuk dalam bidang hak milik. Hanya keadilan yang dapat melindungi keseimbangan antara batasan- batasan yang ditetapkan dalam sistem Islam untuk kepemilikan individu dan umum. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang untuk mensejahterakan dirinya, tidak boleh dilakukan dengan mengabaikan dan mengorbankan kepentingan orang lain dan masyarakat secara umum.

e.  Kebebasan Individu Dijamin dalam  Islam

    Individu-individu dalam perekonomian Islam diberikan kebebasan untuk beraktivitas baik secara perorangan maupun kolektif untuk mencapai tujuan. Namun kebebasan tersebut tidak boleh melanggar aturan- aturan yang telah digariskan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadis. Dengan demikian kebebasan tersebut sifatnya tidak mutlat.

Prinsip kebebasan ini sangat berbeda dengan prinsip kebebasan sistem ekonomi kapitalis maupun sosialis. Dalam kapitalis, kebebasan individu dalam berekonomi tidak dibatasi norma- norma ukhrawi, sehingga tidak ada urusan halal atau haram. Sementara dalam sosialis justru tidak ada kebebasan sama sekali, karena seluruh aktivitas ekonomi masyarakat diatur dan ditujukan hanya untuk negara.

f. Negara Diberi Wewenang Turut Campur dalam Perekonomian

     Islam memperkenankan negara untuk mengatur masalah perekonomian agar kebutuhan masyarakat baik secara individu maupun sosial dapat terpenuhi secara proporsional. Dalam Islam negara berkewajiban melindungi kepentingan masyarakat dari ketidakadilan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, ataupun dari negara lain. Negara juga berkewajiban memberikan jaminan sosial agar seluruh masyarakat dapat hidup secara layak.

Peran negara dalam perekonomian pada sistem Islam ini jelas berbeda dengan sistem kapitalis yang sangat membatasi peran negara. Sebaliknya juga berbeda dengan sistem sosialis yang memberikan kewenangan negara untuk mendominasi perekonomian secara mutlak.

g. Bimbingan Konsumsi

    Islam melarang orang yang suka kemewahan dan bersikap angkuh terhadap hukum karena kekayaan, sebagaimana Firman Allah dalam QS. Al-Israa ayat 16 :

h. Petunjuk investasi

    Tentang kriteria atau standar dalam menilai proyek investasi, al-Mawsu’ah Al-ilmiyahwa-al amaliyah al-islamiyah memandang ada lima kriteria yang sesuai dengan Islam untuk dijadikan pedoman dalam menilai proyek investasi, yaitu:

a)Proyek yang baik menurut Islam.

b)Memberikan rezeki seluas mungkin kepada anggota masyarakat.

c)Memberantas kekafiran, memperbaiki pendapatan, dan kekayaan.

d)Memelihara dan menumbuhkembangkan harta.

e)Melindungi kepentingan anggota masyarakat.

i.  Zakat

    Zakat adalah salah satu karasteristik ekonomi Islam mengenai harta yang tidak terdapat dalam perekonomian lain. Sistem perekonomian diluar Islam tidak mengenal tuntutan Allah kepada pemilik harta, agar menyisihkan sebagian harta tertentu sebagai pembersih jiwa dari sifat kikir, dengki, dan dendam.

j .Larangan Riba

   Islam menekankan pentingnya memfungsikan uang pada bidangnya yang normal yaitu sebagai fasilitas transaksi dan alat penilaian barang. Diantara faktor yang menyelewengkan uang dari bidangnya yang normal adalah bunga (riba). Ada beberapa pendapat lain mengenai karasteristik ekonomi Islam, diantaranya dikemukakan oleh Marthon (2004,27-33). Menurutnya hal- hal yang membedakan ekonomi Islam secara operasional dengan ekonomi sosialis maupun kapitalis adalah :

a. Dialektika Nilai –nilai Spritualisme dan Materialisme

b. Kebebasan berekonomi

Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat bagis teman teman semua😇
Wassalamualaikum wr.wb

Sumber dari :
1) http://mayaalvionita22.blogspot.com/2017/08/materi-agama-islam-kelas-11-tentang_65.html?m=1

2) buku pendidikan agama islam dan budi pekerti

Akhlak kepada Orang Tua dan Guru

Assalmualaikum wr.wb
    Teman teman sekalian, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang akhlak kepada orang tua dan guru.

    Jadi sebagai seorang muslim yang baik kita tentu tahu bahwa akhlak terhadap orang tua merupakan sesuatu hal yang sangat penting. Karena, orang tua adalah orang yang mengenalkan kita pada dunia dari kecil hingga dewasa.Orang tua adalah telah merawat dan membesarkan kita.Ibu adalah yang telah mengandung kita kurang lebih selama  9 bulan dan melahirkan ke dunia.Pengorbanan seorang ibu sangatlah besar saat melahirkan, karena saat melahirkan seorang ibu mempertaruhkan nyawanya.Sehingga jika ada seorang obu yang meninggal saat melahirkan pahalanya sangat besar disisi Allah Swt. dan termasuk mati syahid.Dan setiap orang tua pun pasti mempunyai harapan terhadap anaknya agar kelak menjadi anak yang sukses, berbakti kepada orang tua, serta menjadi lebih baik dan sholeh.         

    Maka dari itu, jika kita memang seorang muslim yang baik hendaknya kita selalu berbakti kepada orang tua, melakukan apa yang telah diperintahkan oleh orang tua, dan pantang untuk membangkang kepada orang tua. Namun di zaman dewasa ini banyak dari kita seperti lupa terhadap kewajiban kita terhadap orang tua sebagai muslim yang baik, yaitu adalah kita harus memiliki akhlak yang sempurna terhadap orang tua kita.

   Selain kita harus hormat dan patuh terhadap orang tua kita, kita harus hormat dan patuh terhadap guru.Kerana guru adalah wakil orang tua kita saat di sekolah.Mereka yang mengajari kita membaca, menulis, menghitung dan seterusnya.Guru adalah orang yang bertanggungjawab atas diri kita selama di sekolah, mereka telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran untuk menyampaikan ilmu kepada kita.Makalah ini mengandung poin-poin penting bagaimana menjadi seorang anak yang berbakti terhadap orang tua dan gurunya.Maka selain sebagai upaya untuk mengerjakan tugas akhlak, saya berharap bahwa tugas makalah ini juga dapat dijadikan sebagai pengingat bagi setiap orang muslim yang membacanya  akan pentingnya akhlak terhadap orang tua dan guru.

1. Pengertian Akhlak kepada Orang Tua

    Akhlak berasal dari bahasa arab yaitu Al-khulq, Al-khuluq yang mempunyai arti watak, tabiat. Secara Istilah Akhlak menurut Ibnu MaskawiAkhlak adalah sesuatu keadaan bagi jiwa yang mendorong ia melakukan tindakan-tindakan dari keadaan itu tanpa melalui pikiran dan pertimbangan.
  
   Sedangkan yang dimaksud kedua orang tua adalah Bapak Ibu baik itu dari keturunan (Nasab) atau susuan, baik keduanya orang muslim ataupun kafir, termasuk juga kedua orang tua adalah nenek dan kakek dari kedua belah pihak.
   
     Manusia seharusnya tidak hanya mengandalkan kecerdasan  saja tidak cukup dan perlu dibarengi dengan akhlak yang mulia.

2. Kewajiban Berbakti kepada Orang Tua

    Berbakti (Al Birr) adalah kata yang mencakup kebaikan dunia dan akhirat, berbakti kepada kedua orang tua adalah dengan berbaik kepada keduanya, memenuhi hak-hak keduanya, dan mentaati keduanya.

Allah SWT Berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 23 :

وبالوالدين إحساناً

“ Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua”

Hal ini menunjukan bahwa akhlak menghormati orang tua adalah suatu hal yang sangat penting yang dianjurkan oleh Rosulullah kepada Umatnya.Adapun akhlak anak terhadap orang tua adalah sebagai berikut : Sayangilah, cintailah, hormatilah, patuhlah kepadanya rendahkan dirimu, sopanlah kepadanya. Ketahuilah bahwa kita hidup bersama orang tua merupakan nikmat yang luar biasa, kalau orang tua kita meninggal alangkah sedihnya hati kita karena tidak ada yang dipandang lagi.

Allah SWT telah memerintahkan supaya Kita jangan menyembah selain Dia dan hendaklah Kita berbuat baik pada Ibu Bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Allah SWT Berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 23:

فلا تقل لهما أف ولا تنهرهما وقل لهما قولا كريماً

“Maka janganlah Kamu mengatakan ah kepada orang tua dan janganlah membentaknya dan ucapkanlah kepada keduanya dengan perkataan yang baik”.

Kita juga diperintahkan oleh Allah SWT untukmerendahkanlah diri terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:

"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS Al-Isra : 24)

3. Contoh Berbakti kepada Orang Tua

     Beberapa contoh sikap dan patuh kepada orang tua yaitu:

a.  Memperhatikan apabila dinasihati

b.  Rajin sholat dan  belajar untuk memenuhi harapannya

c.  Berusaha membantu sesuai dengan kemampuan kita

d. Tidak mengatakan “AH” atau membentak-bentak

e.  Mendoakannya ketika sholat

f.   Mendengarkan ketika dinasehati

g.  Berjabat tangan ketika pagi dan sore.

4.  Adab Terhadap Guru

Guru merupakan ‘orang tua kedua’ kita, merekalah yang berjasa dalam mendidik kita setelah orang tua, Ilmu yang kita peroleh saat ini tidak lepas dari peranan seorang guru, seseorang dapat membedakan baik dan buruk karena ilmu. Islam meletakkan ilmu di atas yang lainnya, dan Islam juga meninggikan derajat orang yang berilmu dibanding yang lain.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw.  yang artinya “Umamah Al-Bahili berkata bahwasannya Rasulullah saw. bersabda : “Kelebihan orang alim (ulama) atas ahli ibadah seperti kelebihanku atas orang yang paling rendah di antara kamu. Kemudian Baginda besabda lagi : Sesungguhnya para malaikat dan penduduk langit dan bumi hingga semut dalam lubangnya serta ikan bersalawat (berdoa) untuk orang-orang yang mengejar kebaikan kepada manusia” (HR. Imam Tirmidzi).

Selain itu biasanya Orang tidak memiliki banyak waktu untuk mengajarkan berbagai macam ilmu kepada anaknya, maka dari itu peran guru adalah mengajarkan berbagai macam ilmu. Setelah hormat dan ta’at kepada orang tua, setiap muslim wajib hormat dan menghargai gurunya, karena gurunya merupakan orang yang perannya sangat penting dalam mendidik kita. Oleh karena itu, sudah seharusnya seorang siswa menghargai dan menghormati gurunya

Orang yang berilmu tidaklah pandai begitu saja tanpa proses belajar. Proses belajar bisa dilakukan secara formal maupun non-formal. Proses belajar biasanya membutuhkan pembina yang biasa disebut guru, yang mempunyai andil besar dalam proses belajar. Guru akan membukakkan pintu-pintu ilmu lain baginya, yang menunjukkan bila kita salah, agar tidak tergelincir pada kekeliruan. Hendaknya orang yang sedang belajar dan berilmu itu bersikap baik terhadap guru.

Cara yang dapat dilakukan untuk menghormati guru adalah sebagai berikut:

a. Mengucapkan salam saat bertemu dan menjawab salam ketika guru memberi salam

b. Berbicara dengan santun, tidak berteriak-teriak dan memotong pembicaraanya

c. Mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah dengan jujur dan amanah

d. Memperhatikan penjelasan guru saat guru menjelaskan dan tidak mengganggu teman yang sedang memperhatikan penjelasan guru.

e.Tidak berjalan di depannya atau membelakanginya

f.Tidak duduk ditempatnya

g. Mendoakan guru.

5. Manfaat Hormat dan Patuh kepada Orang Tua dan Guru

     Manfaat hormat dan patuh terhadap orang tua dan guru adalah sebagai berikut:

a. Semakin mendekatkan diri kepada surga

b. Disayang Allah Swt. Dan Rasulullah saw.

c. Dijauhkan dari api neraka

d. Dicintai dan disayangi orang tua dan guru

e. Menjadikan orang lain hormat

f.  Menumbuhkan kewibawaan

Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat bagi teman teman semua😇
Wassalamualaikum wr.wb

Sumber dari :
1) https://zahranaa.blogspot.com/2017/08/materi-pai-mtssmp-adab-terhadap-orang.html?m=1

2) Buku pendidikan agama islam dan budi pekerti

Rasul dan Nabi Allah swt.

Assalmualaikum wr.wb...
   Diantara manusia yang ada di alam semesta terdapat beberapa orang yang dipilih Allah swt. Untuk dijadkman sebagai utusan, yaitu orang yang menyampaikan kebenaran dari sisi Allah  swt.kepada umat manusia seluruhnya. Namun dalam penyampaian risalah tersebut tidak selalu berjalan lancar, karena diantara manusia juga terdapat manusia yang telah terbujuk oleh iblis sehingga menentang utusan Allah swt.
    Berkaitan dengan hal tersebut, umat islam diperintahkan oleh Allah swt.untuk menyakini keberadaan para utusan Allah swt. Serta menerima dan mengamalkan apa yang disampaikan oleh oara rasul. Adapun utusan Allah swt. Yang tefakhir untyk manusia adalah Rasulullah Muhammad saw. Yang diwahyukan kepadanya Alquran. Oleh karena itu, jika ada orang yang mengaku sebagai utusan Allah swt.setelah Rasulullah saw, maka dapat dipastikan bahwa orang tersebut adalah nabi atau rasul palsu.
    Nah pada kesempatan kali ini, mari kita sebagai umat islam untuk mempelajari Rasul dan Nabi Allah swt.

A.  Pengertian  Rasul dan  perbedaannya dengan Nabi

    Menurut pengertian bahasa, perkataan Rasul berasal dari bahasa Arab yang artinya utusan, kurir, pembawa misi, atau pembawa berita. Menurut istilah dalam tauhid, Rasul adalah Manusia pilihan Allah yang di angkat sebagai utusan-Nya untuk menyampaikan firman-firman-Nya kepada manusia agar dijadikan pedoman hidup, demi terwujudnya keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

    Percaya kepada Rasul-rasul Allah merupakan pengamalan rukun iman yang ke empat. Iman kepada para Rasul berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa para Rasul adalah orang laki-laki yang telah menerima wahyu dari Allah untuk disampaikan kepada umatnya agar mereka beriman.

    Bedanya dengan nabi adalah kalau Nabi adalah orang yang mendapat wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri, tanpa berkewajiban menyampaikan kepada orang lain. Sedang rasul adalah orang yang menerima wahyu dari Allah, selain untuk dirinya sendiri, juga berkewajiban menyampaikan kepada orang lain, seperti pengertian berikut Rasul adalah seorang laki-laki, mereka yang diberi wahyu oleh Allah tentang agama dan mendapat perintah supaya menyampaikan kepada semua mahluk. Jika tidak diperintahkan untuk menyampaikan (tabligh), orang itu disebut Nabi saja.

Rasul merupakan orang laki-laki pilihan Allah yang diberi wahyu, Firman Allah :


Artinya: Kami tiada mengutus Rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. (Al-Anbiya: 7)

B.  Hak Rasul

Sebagai utusan Allah untuk membimbing manusia, Rasul mempunyai beberapa hak, diantaranya:

1)   Ditaati dan diikuti segala sunah, keputusan, dan didahulukan ketetapannya atas yang lain.

2) Dicintai dengan cara melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangannya serta diperlakukan secara ikhlas, jujur, dan tulus.

3)  Dihormati sesuai dengan kedudukannya yang mulia dan agung serta dicintai sahabat-sahabatnya yang dekat.

Adanya hak tersebut bukan berarti Nabi dan Rasul didalam perjuangannya menegakkan agama Allah mengharap imbalan, apalagi menurut hak tersebut. Pada dasarnya, para Nabi dan para Rasul berbuat demikian semata-mata untuk Allah SWT.

C.  Jumlah dan Nama-Nama Rasul

Jumlah Rasul yang diabadikan Allah dalam AL-Qur’an ada 25 orang. Delapan belas nama di antara mereka disebutkan dalam Surah Al-An’am ayat 83-86 dan selebihnya disebutkan dalam surah-surah yang lain. Dua puluh lima Rasul tersebut adalah sebagai berikut:

1.   Adam  a.s.

2.   Idris a.s.

3.   Nuh a.s.

4.   Hud a.s.

5.   Shalih a.s.

6.   Ibrahim a.s.

7.   Luth a.s.

8.   Ismail a.s.

9.   Ishaq a.s.

10.       Ya'kub a.s.

11.       Yusuf a.s.

12.       Ayyub a.s.

13.       Syu'aib a.s.

14.       Musa a.s.

15.       Harun a.s.

16.       Zulkifli a.s.

17.       Daud a.s.

18.       Sulaiman a.s.

19.       Ilyas a.s.

20.       Ilyasa a.s.

21.       Yusuf a.s.

22.       Zakaria a.s.

23.       Yahya a.s.

24.       Isa a.s.

25.       Muhammad SAW - penutup, akhir.

Inilah yang wajib dikenal dan diimani. Selain itu dalam perjalanan sejarah dimungkinkan ada Nabi-Nabi lainnya selain ke-25 Nabi di atas. Namun demikian, Muhammad SAW tetap sebagai nabi penutup, terakhir, dan tidak ada Nabi/Rasul yang diutus pasca beliau. Adapun nama-nama nabi selain 25 Nabi/Rasul di atas, bisa saja dibuat dalam berbagai macam versi menurut sejarah otentik. Namun, hanya 25 orang saja yang wajib diimani, dan disebutkan di dalam Al Qur'an.

Di dalam Al Qur'an, juga disebutkan beberapa identitas lainnya, namun tidak ada dasar/ petunjuk sehingga mereka dapat dikatakan sebagai Nabi. Begitu pula sekalipun Al Qur'an menyebutkan istilah "Nabi-nabi" atau "para Nabi", namun tidak disebutkan jelas identitas orang yang dimaksud.

Hadist Nabi Muhamad SAW menyatakan sebagai berikut :

Artinya : “Dari Abu Zar berkata, saya bertanya, “Wahai Rasullulah, berapa jumlah para nabi ? Beliau menjawab, Jumlah para nabi sebanyak 124.000, (seratus dua puluh empat ribu) orang dan diantara mereka yang termasuk rasul sebanyak 315 (tiga ratus lima belas) orang, suatu jumlah yang besar” (HR Ahmad)

D.  Persamaan Rasul

Islam tidak membedakan antara Rasul yang satu dengan Rasul yang lainnya. Semua Rasul memiliki persamaan-persamaan diantaranya :

1.   Semua Rasul setelah  Nabi Adam as. Adalah sama-sama keturunan Nabi Adam  as., sama-sama merupakan laki-laki yang mulia yang memperoleh wahyu dari Allah.

2. Semua Rasul itu Ma’shum yaitu selalu terpelihara dan dijauhkan dari segala kejelekan dan kemaksiatan (dosa), sebab mereka dijadikan oleh Allah untuk cermin teladan bagi masyarakat dan umat manusia pada umumnya.

E.  Sifat-sifat Rasul

Sifat Wajib ada 4 (empat), di antaranya:

1.   Siddiq artinya Benar

      Maksudnya, segala yang dibawa oleh para nabi dan rasul merupakan sesuatu yang benar, karena datangnya dari Allah swt., jadi bukanlah suatu kebohongan atau dusta( kizzib).

2.   Amanah artinya Dipercaya

      Maksudnya, seluruh nabi dan rasul merupakan orang yang dapat dipercaya, baik oleh Allah swt., maupun oleh orang orang yang ada disekitarnya. Mereka tidak akan berkhianat, dan menjadi orang yang tidak dapat dipercaya baik oleh Allah swt.

3.   Tabligh artinya Menyampaikan

       Maksudnya, para nabi dan rasul menyampaikan apa yang telah diwahyukan kleh Allah swt., kepadanya. Dan tidak mungkin menyembunyikan (khitman) sedikit pun wahyu tersebut.

4.   Fathonah artinya Pintar (cerdik)

      Maksudnya, para utusan Allah swt., dipilih bukan dari kalangan orang yang bodoh (baladah). Karena mendakwahkan ketauhidan merupakan sesuatu yang sangat berat dan penuh resiko, sehingga butuh sebuah kecerdasan untuk bisa dijadikan modal dalam berdakwah.

Sifat Yang Mustakhil ada 4 (empat), yaitu:

1.   Kasib artinya Dusta

2.   Khianat artinya Tidak Dipercaya (dengki)

3.   Kistman artinya menyembunyikan

4.   Baladah Artinya ( Bodoh)    

Sebagai manusia, Rasul juga memiliki sifat-sifat manusia pada umumnya. Namun sifat-sifat tersebut tidak mengurangi martabatnya mereka sebagai utusan Allah, juga tidak mempunyai cela yang merendahkan  dirinya, serta tidak mengurangi kedudukan mereka sebagai rasul. Mereka makan, minum, berdagang, berkeluarga, mengalami sakit, susah, gembira dan lain sebagainya.

Firman Allah SWT :


Artinya:  Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat. (QS. Al-Furqan: 20)

Firman Allah SWT :


Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan  sesuatu ayat (mu'jizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu). (QS. Ar Ra’d: 38)

F.   Peran Rasul

Peran Rasul pada intinya adalah menyampaikan amanat dari Allah untuk menegakkan kebenaran dan menjauhkan manusia dari kesesatan. Peran Rasul menurut Al-qur’an antara lain:

1.   Menceritakan ayat-ayat Allah

2.   Menjelaskan agama dengan terang atau menggunakan bahasa kaumnya

3.   Membawa kebenaran, berita gembira, dan peringatan

4.   Memberi peringatan yang jelas

5.   Membawa berita gembira, memberi peringatan, dan sebagai saksi.

6.   Membawa keterangan-keterangan yang nyata

7.   Menyuruh untuk menyembah Allah dan bertakwa

8.  Menganjurkan manusia beriman agar tidak mengkultuskan para rasul dan agar manusia bersikap selalu mempelajari dan mengajarkan Al Quran

9. Membacakan ayat-ayat-Nya sebelum Allah memberikan azab bagi manusia yang melakukan kezaliman

10. Memberi keputusan di antara manusia dengan adil dan tidak aniaya

11. Menyerukan pada tiap-tiap umat agar menyembah Allah dan menjauhi tagut(tindakan melampaui batas) dan lain-lain

G.  Tugas Rasul

Setiap Rasul Allah mempunyai tugas yang sama antara lain :

1.   Menyatukan I’tikad dan  keyakinan umatnya bahwa Tuhan adalah dzat Yang Maha Kuasa

2.  Memberi batas bagi umatnya mana hal yang dilarang dan mana yang harus dikerjakan menurut perintah Allah SWT.

3.   Memberikan pedoman kepada umatnya agar mereka menghiasi diri dengan sifat-sifat yang utama (akhlak terpuji)

4.   Menjelaskan  kepada umatnya apa saja yang  dapat  membawa  mereka  kepada keridhoan  Allah  dan apa saja yang dapat membawa mereka kepada kemurkaannya.

5.   Mengajarkan kepada umatnya tentang berita-berita gaib sesuai dengan ketentuan ketentuan yang digariskan Allah SWT.

Dengan adanya tugas-tugas para Rasul ini, maka antara Rasul yang satu dengan yang lain tidak ada bedanya namun di antara para Rasul itu ada yang mempunyai keteguhan  dan ketabahan hati yang sangat luar biasa dalam menyebarkan ajaran tauhid, yaitu disebut Ulul Azmi.

Firman Allah :


Artinya: Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari Rasul-Rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. (QS. Al-Ahqaaf : 35)

H.  Mukjizat Rasul

Karena tugas para Rasul sangat berat, maka para Rasul dibekali dengan mukjizat, yaitu keadaan atau kejadian luar biasa yang dialami atau dilakukan oleh para Nabi atau Rasul atas izin Allah. Adapun fungsi dari mukjizat adalah :

1.   Sebagai tanda bukti bahwa orang yang membawa atau memiliki benar-benar seorang Rasul utusan Allah.

2.  Sebagai senjata bagi Rasul yang digunakan untuk menghadapi musuh-musuh yang menentangnya.

Mukjizat dikelompokkan menjadi 4 macam

1.  Mukjizat Kauniyah yaitu mukjizat yang berkaitan dengan peristiwa alam seperti di belahnya laut merah oleh Nabi Musa a.s dengan tongkat

2.   Mukjizat Syahsiyah yaitu mukjizat yang keluar dari tubuh seorang nabi atau rasul seperti air yang keluar dari celah-celah jari Nabi Muhamad SAW. Penyembuhan penyakit buta, kusta oleh Nabi Isa a.s dan cahaya bulan yang memancar dari tangan Nabi Musa a.s.

3.   Mujizat Salbiyah yaitu Mukjizat yang membuat sesuatu tidak berdaya, seperti nabi Ibrahim a.s  di bakar api tetapi tidak mempan

4.   Mukjizat Aqliyah yaitu mukjizat yang masuk akal (rasional) yaitu Al-Qur’an.

I.    Perilaku yang mencerminkan iman kepada Rasul Allah SWT.

Perintah-perintah Allah yang terdapat dalam Al-Qur’an

1.   Berkomitmen melaksanakan rukun Islam dengan sempurna

a.   Bersyahadat (QS. Al-Baqarah : 21,41, Hud:123, An Nahl : 2 Al Mukmin : 52, Al Ankabut:16, dan Nuh:3)

b.   Mendirikan shalat (QS. Al-Baqarah : 1-3, Al An’am:72, Ar Rum:31, Taubah:5,71. Al Ahzab: 33 dan Al Mujadilah:13)

c.   Berpuasa (QS. Al-Baqarah : 183) 

d.   Menunaikan Zakat (QS. Al-Baqarah : 177, Al A’raf:156 dan At Taubah:18,71)

e.   Haji dan umroh (QS. Al-Baqarah : 158,197,203 )

2.   Melaksanakan perintah Allah SWT, dimulai sejak bangun tidur sampai akan tidur lagi

a.   Menafkahkan harta, baik di waktu lapang maupun sempit

b.   Menahan amarah

c.   Memaafkan kesalahan orang lain

d.   Menepati janji apabila berjanji

e.   Bersabar dalam kesempitan dan penderitaan

f.    Mengimani rukun iman

g.   Menggunakan akal dan panca indra untuk mencapai ketakwaan

h.   Aktif berbuat baik kepada semua manusia, khususnya kepada orang tua dan fakir miskin

i.    Berkurban

3.   Menjauhi perbuatan yang dilarang Allah seperti berikut ini:

a.   Dengki

b.   Berselisih

c.   Membenci

d.   Bermusuhan

e.   Merusak

f.    Mencari-cari kesalahan orang lain

g.   Mengolok-olok orang lain

h.   Merugikan hak orang lain

i.     Menghina Tuhan orang lain

j.    Memaksakan kehendak

k.   Berjudi dan minum khamar

l.    Berzina


Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat bagi semua pembaca 😇 

Wassalamualaikum wr.wb



Sumber dari : 

1)https://pintubelajarcerdas.blogspot.com/2016/10/makalah-materi-pendidikan-agama-islam.html?m=1

2) Buku pendidikan agama islam dan budi pekerti



Kajian Alquran Tentang Toleransi dan Bahaya kekerasan

Assalamualaikum wr.wb ....

    Kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat merupakan dambaan setiap manusia. Untuk meraih hal tersebut Allah swt. Telah memberikan petunjuk kepada manusi melalui wahyu- wahyu yang diturunkan-Nya. Salah satu wahyu yang diturunkan Allah swt. Adalah Alquran, yaitu kitab suci umat islam.
   
    Didalam Alquran terdapat banyak petunjuk dan pelajaran berharga bagi manusia. Jika manusia (khususnya umat islam) mau mempelajari dan mengamalkannya, maka dapat dipastikan ia tidak akan menemui kesukaran di dalam hidupnya serta dapat meraih kebahagiaan hidup baik di dunia maupum di akhirat. Sebaliknya jika manusia mengabaikan Alquran atau enggan mempelajarinya, maka hidupnya akan selalu mendapatkan kesulitan. Beberapa pelajaran didalam Alquran terdapat pada Q.S. Yunus ayat 40-41 dan Q.S. Al Ma'idah ayat 32.
   
    Manusia adalah makhluk indiviudu sekaligus sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial tentunya manusia dituntut untuk mampu berinteraksi dengan individu lain dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Dalam menjalani kehidupan sosial dalam masyarakat, seorang individu akan dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang berbeda warna dengannya salah satunya adalah perbedaan agama.

    Dalam rangka menjaga keutuhan dan persatuan dalam masyarakat maka diperlukan sikap saling menghormati dan saling menghargai, sehingga gesekan-gesekan yang dapat menimbulkan pertikaian dapat dihindari. Masyarakat juga dituntut untuk saling menjaga hak dan kewajiban diantara mereka antara yang satu dengan yang lainnya.

    Dalam AL-QUR’AN juga dibahas tentang toleransi Oleh karena itu kita sebagai umat muslim sudah sepatutnya menjunjung tinggi sikap saling toleransi antar umat beragama dan saling menghormati antar hak dan kewajiban yang ada diantara kita demi keutuhan Negara.

    Kebebasan beragama pada hakikatnya adalah dasar bagi terciptanya kerukunan antar umat beragama. Tanpa kebebasan beragama tidak mungkin ada kerukunan antar umat beragama. Kebebasan beragama adalah hak setiap manusia. Hak untuk menyembah Tuhan diberikan oleh Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang boleh mencabutnya.

    Demikian juga sebaliknya, toleransi antarumat beragama adalah cara agar kebebasan beragama dapat terlindungi dengan baik. Kebebasan dan toleransi tidak dapat diabaikan. Namun yang sering kali terjadi adalah penekanan dari salah satunya, misalnya penekanan kebebasan yang mengabaikan toleransi dan usaha untuk merukunkan dengan memaksakan toleransi dengan membelenggu kebebasan. Untuk dapat mempersandingkan keduanya, pemahaman yang benar mengenai kebebasan beragama dan toleransi antar umat beragama merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat.

A. Pengertian Toleransi

Toleransi berasal dari kata “ Tolerare ” yang berasal dari bahasa latin yang berarti dengan sabar membiarkan sesuatu. Jadi pengertian toleransi secara luas adalah suatu sikap atau perilakumanusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghargai atau menghormati setiap tindakan yang orang lain lakukan.

Toleransi adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya. Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi "kelompok" yang lebih luas, misalnya partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi, baik dari kaum liberal maupun konservatif.

B. Kajian Alquran Tentang Toleransi

1. Q.S YUNUS (10) AYAT 40 DAN 41
     Artinya :
     Di antara mereka ada orang-orang                        yang beriman kepada Al Qur’an, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan”. ( QS Yunus 40-41 )

Dalam ayat 40 ini, Allah SWT menjelaskan bahwa orang yang pernah menerima seruan dakwah Nabi Muhammad, ada orang-orang yang berIman kepada Al-Qur’an dan mengikutinya serta memperoleh manfaat dari risalah yang di sampaikannya. Tapi ada juga yang tidak beriman kepada nabi Muhammad, mereka mati dalam kekafiran.

Pada ayat yang ke 41 surat Yunus, bahwa Islam sangat menghargai perbedaan-perbedaan diantara manusia, karena masing-masing punya hak. Dan tidak boleh memaksakan orang lain memeluk agama Islam, sekalipun Islam agama yang benar.

ISI KANDUNGAN SURAH YUNUS AYAT 40-41

1. Ada golongan umat manusia yang beriman terhadap Al-Qur'an dan ada yang tidak beriman kepada Al-Qur'an.

2. Allah SWT mengetahui sikap dan perilaku orang-orang yang beriman yang bertakwa kepada Allah SWT dan orang-orang yang tidak beriman yang berbuat durhaka kepada Allah SWT.

3. Orang-orang yang beriman kepada Allah SWT (umat Islam) harus yakin bahwa Rasul Allah SWT yang terakhir adalah Nabi Muhammad SWT dan Al-Qur'an adalah kitab suci yang harus dijadikan pedoman hidup umat manusia sampai akhir zaman.

    Umat Islam harus menyadari bahwa setiap amal perbuatan manusia baik ataupun buruk diketahui oleh Allah SWT. Dan masing-masing orang akan memikul dosanya sendiri-sendiri.

2. Q.S AL-MAIDAH AYAT 32

     surah / surat : Al-Maidah Ayat : 32

مِنۡ اَجۡلِ ذٰ لِكَ‌ ۛؔ ۚ كَتَبۡنَا عَلٰى بَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ اَنَّهٗ مَنۡ قَتَلَ نَفۡسًۢا بِغَيۡرِ نَفۡسٍ اَوۡ فَسَادٍ فِى الۡاَرۡضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيۡعًا ؕ وَمَنۡ اَحۡيَاهَا فَكَاَنَّمَاۤ اَحۡيَا النَّاسَ جَمِيۡعًا ‌ؕ وَلَـقَدۡ جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُنَا بِالۡبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيۡرًا مِّنۡهُمۡ بَعۡدَ ذٰ لِكَ فِى الۡاَرۡضِ لَمُسۡرِفُوۡنَ‏ ﴿۳۲﴾
ARTINYA :

Dengan sebab (kisah pembunuhan kejam) yang demikian itu Kami tetapkan atas Bani Isra`il, bahawasanya sesiapa yang membunuh seorang manusia dengan tiada alasan yang membolehkan membunuh orang itu, atau (kerana) melakukan kerosakan di muka bumi, maka seolah-olah dia telah membunuh manusia semuanya dan sesiapa yang menjaga keselamatan hidup seorang manusia, maka seolah-olah dia telah menjaga keselamatan hidup manusia semuanya. Dan demi sesungguhnya, telah datang kepada mereka Rasul-rasul Kami dengan membawa keterangan yang cukup terang kemudian, sesungguhnya kebanyakan dari mereka sesudah itu, sungguh-sungguh menjadi orang-orang yang melampaui batas (melakuan kerusakan) di muka bumi.

Ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik :
a.  Nasib manusia sepanjang sejarah memiliki kaitan dengan orang lain. Sejarah kemanusiaan merupakan mata  rantai yang saling berhubungan.  Karena itu,  terputusnya sebuah mata  rantai akan mengakibatkan musnahnya sejumlah besar umat manusia.

b.  Nilai suatu pekerjaan berkaitan dengan tujuan mereka. Pembunuhan seorang manusia dengan maksud jahat, merupakan pemusnahan sebuah masyarakat, tetapi eksekusi terhadap seorang pembunuh  dalam rangka  qishash merupakan sumber kehidupan masyarakat.

C. Keterkaitan Kerukunan dan Toleransi ( Q.S. Yunus Ayat 40-41) dengan Mengjindari Tindak Kekerasan ( Q.S. Al Ma'idah ayat 32)

    Surat Yunus ayat 40-41 menjelaskan bahwa di dunia ini terdapat beberapa golongan manusia dalam menyikapi kitab Allah swt., yaitu Alquran. Golongan pertama bersikap mengimani Alquran, sementara golongan lainnya bersikap tidak mengimani atau kufur terhadap Alquran.
     Berkaitan dengan hal tersebut, orang- orang yang beriman tetap diperintahkan untuk menjalin kerjasama didalam urusan atau muamalah duniawi dengan orang -orang yang tidak beriman. Akan tetapi orang - orang yang beriman (umat islam) dianjurkan untuk waspada, karena orang orang yang tidak beriman perbuatannya cemderung merusak. Selain itu, mereka juga akan melakukan perdaya untuk merusak akidah umat islam. Ketika sudah terjadi hal itu, maka umat islam wajib bersikap tegas.
     Sedangkan surah Al Ma'idah ayat 32 menjelaskan bahwa umat manusia dilarang saling membunuh satu sama lain. Karena pembunuh satu orang manusia tanpa hak (bukan karena membunuh sesamanya atau berbuat kerusakan ) diibaratkan sama dengab membunuh manusia seluruhnya. Sebaliknya memelihara kehidupan seorang manusia diibaratkan sama dengan memelihara kehidupan manusia seluruhnya. Namun, banyak manusia yang melanggarnya sehingga banyak berbuat kerusakan dimuka bumi.
     Dengan kata lain, secara garis besar Q.S. Yunus ayat 40-41 berisi tentang anjuran memiliki sikap toleransi dan menjaga kerukunan antar sesama. Sedangkan Q.S. Al Ma'idah ayat 32 berisi tentang anjuran menjaga kerukunan atau tidak saling bertengkar satu sama laim sehingga tidak menimbulkan pertumpahan darah (pembunuhan).
     Ketika manusia mengalami hakikat penciptaan manusia, maka manusia tidak akan mempersalahkan perbedaan. Orang yang memahami tentant perbedaan akan menjadikan perbedaan yang ada sebagai penghubung tali persaudaraan dan persatuan untuk membangun kehidupan yang harmonis dan humanis. Sebaliknya, orang yang tidak memahami hakikat penciptaan manusia dan perbedaan justru akan menjadikan perbedaan sebagai jurang pemisah dan perpecahan antat manusia.

D. Kesimpulan

    Jadi hal ini dibutuhkan untuk menciptakan kehidupan yang tentram, sehingga diperlukan kesediaan pada setiap individu manusia untuk selalu menanamkan sikap toleransi dalam beragama.kerukunan umat bragama yaitu hubungan sesama umat beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara.
a) Tuhan yang disembah Nabi Muhammad SAW. dan pengikutnya bukanlah apa yang disembah oleh orang-orang kafir.

b) Toleransi yang dibenarkan adalah masing-masing umat beragama saling menghormati, tidak mengganggu dan tidak memaksakan agama kepada orang lain.

c)  Sikap Manusia terhadap kebenaraan Al-Qur’an ada dua, yakni kelompok Manusia yang percaya terhadap kebenaran Al-Qur’an, dan Kelompok  Manusia yang tidak percaya terhadap kebenaran Al-Qur’an

Sekian dan terima kasih, semoga ini bermanfaat bagi pembaca semua.
Wassalamualaikum wr.wr

Sumber dari :
1. http://disnu4.blogspot.com/2016/02/makalah-toleransi-dan-kerukunan.html?m=1
2. Buku pendidikan agama islam dan budi pekerti

PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA MODERN

Assalmualaikum wr.wb...

A. Pendahuluan

    Islam telah ada sejak zaman kenabian .Sejak itu Islam terus berkembang hingga saat ini. Namun, perkembangan islam tidak semudah apa yang kita lihat saat ini ,ajaran islam mengalami mundur hingga akhirnya berjaya hingga saat ini.

   Periodee setelah  1800 masehi dikatakan sebagai  islam modern ,termasuk di dalamnya saat ini. Dimasa ini  banyak perkembangan  dalam  kehidupan islam, peliputi pendidikan, politik,perdagangan dan kebudayaan .dan seluruh perkembangan islam dirangkum dalam  sejarah  islam tersebut sejarah islam tersebut  terbagai menjadi 3 periode,yakni pertama disebut dengan periodeklasik(650-1250M).periode kedua  disebut periode pertengahan(1250-1800M).periode ke tiga adalah periode modern  (1800-sekarang).

  Periode pertama yakni periode klasik(650-1250M)islam mengalami masa keemasanatau masa kejayaan .dengan di buktikan adanya luasnya wilayah kekuasaan islam,adanya intergrasi antar wilayah islam  dan adanya puncak kemajuan islam di bidang ilmu dan sains .Namun sekitar tahun 1000-1250M  keutuhan umat islam di bidang politik pecah  ,kekuasaan khalifah menurun  akhirnta tahun1251M dapat dikuasai dan di hancur kan Hulagu Khan.

   Periode ke dua ,yakni periode pertengahan(1250-1800M).pada periode pertengahan  terbagi menjadi dua fase,pertama ,fase kemunduran(1250-1500M) zaman ini desentralisasikan dan disintegrasi semakin meningkat.Banyak wilayah yang memisahkan diri dari kekuasaan pusat. Kedua Fase 3 kerajaanbesar(1500-1800M). dimulai zaman kemajuan (1500-1700M) dengan tiga Negara ,yaitu kerajaan usmanidi Turkikerajaan syafawi di Persia, dan  kerajaan mughaldi india yang Berjaya di bidang literature dan arsitektur.

   Periode ke tiga yakni periode modern (1800m sekarang ). Periode ini di sebut juga periode pembaharuan  karena merupakan zaman kebangkitan dan kesadaran umat islam  terhadap kelemahan dirinya dan adanya untuk memperoleh kemajuan dalam berbagai bidang ,terutama dalam bidang pengetahuan danteknologi .pada bab ini kita   hanya akan terfokus membahas mengenai periode Modern(1800-sekarang).

B. Perkembangan islam pada periode modern.

Dengan adanya penyimpangan-penyimpangan tersebut mendorong munculnya  para penggagas  dan pembaharu Muslim yang berusaha menyadarkan  terhadap penyimpangan penyimpangan yang telah di lakukan  agar kembali jalan yang di ridhoi  allah SWT. Tokoh-tokoh tersebut antara lain :
1. Muhammad bin Abdul Wahap
       Beliau lahir di Nejd(arab Saudi) pada tahun1115H(1703M) dan wafat di Daryah tahun 1201H(1787M) beliau seorang ulama besar yang froduktif terbukti  dengan karangan bukunta tentang islam .Diantaranya bukunya berjudul “kitab at tauhid “.

2. Rifa’ah Badawi Rafi At Tahtawi atau At Tahw
        Lahir di Tahta tahub1801.pemikirannya tentang ajaran islam adalah antara lain menyeru kepada umat islam agar hidup di dunia tidak hanya memikirkan kehidupan akhirat saja ,tetapi harus juga memikirkan kehidupan dunia ,agar umat islam tidak dijajah oleh bangsa lain

3.Jamaludin Al Afghani
        Lahir di Afganistan tahun 1839M. Wafat di istambul Turki tahun1897M.pembaharuan pemikiran yang di munculkan ,antara lain mengajak umat islam kembali  kepada ajaran yang murni ,mengajak  para  kaum wanita untuk biSa meraih kemajuan dan bekerja sama dengan kaum laki-laki ,kepemimpinan otokrasi di

rubah menjadiDemokrasi,Artinya islam menghendaki pemerintahan republic yang di dalam nya  terdapat kebebasan mengemukakan pendapat dan Negara wajib tunduk  kepada undang-undang ,dan Plan Islamisme  yaitu persatuan dan kesatuan umat islam harus ada karena hal tersebut di atas segalanya.

C. Contoh Perkembangan Islam Modern

1.Ilmu pengetahuan di india
        
Ide pembaharuan di india  dan Pakistan  pertamakali di cetuskan oleh  syekh Waliyulloh  pada abad ke 18 .kemudian di teruskan oleh anaknya  syekh Abdul Aziz (1746-1823)dan di kembangkan oleh syekh Waliyulloh dan Sayid Ahmad Syahid.

2.ilmu pengetahuan di mesir
   
Pembaharuan di mesir di ilhami dari pembaharuan yang dilajukan sayid Jamaludin al Afghani di Turkisehingga muncul tokoh-tokoh  pembaharu di mesir seperti Muh.Abduh ,Muh.Rasyid Ridha ,Tooha Husein ,san  yusuf Al qardawi.

3. ilmu pengetahuan di turki
   
Sultan Mahmud II dari kesultanan turki (1785-1839) mengadakan pembaharuan ,antara lain memasukan kurikulum  ilmu pengetahuan  ke dalam lembaga pendidikan islam ,mendirikan lembaga pendidikan “maktebi ma’arif”. Di samping itu ,sultan Mahmud IImendirikan perguruan-perguruan tinggi  di bidang kedokteran,militer,dan teknologi.

4. Perkembangan di bidang budaya
    Kebudayaan adalah hasil cipta  dan karsa dari manusia untuk manusia itu sendiri dari masa ke masa  kebudayaan semakin berkembang . termasuk didalamnya  perkembangan budaya islam  yang meliputi arsitektur,sastra ,dan kaligrafi .
Masa moderen dalam sejarah islam di katagorikan bermula dari tahun 1800 M dan berlangsung pada masa sekarang yang di tandai dengan gerakan pembaruan dalam berbagai bidang. Saat islam mengalami kemunduran, bangsa Eropa justru mengalami kemajuan luar biasa dalam lapangan kebudayaan, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi, Oleh karena itu, pada periode ini kondisi dunia islam berada di bawah pengaruh kolonialisme dan imperialisme Eropa tersebut.
Dalam perjalanan sejarah, baru pada pertengahan abad 20M, dunia islam bangkit memerdekakan negrinya dari penjajahan. Periode ini memang merupakan zaman kebangkitan kembali islam setelah mengalami kemundururan di periode pertengahan. Adapun inspirasi kebangkitan di mulai pada saat Napoleon Bonaparte menduduki Mesir di tahun 1798M. Meskipun penduduk tersebut tidak berlangsung lama, tetapi hal itu meninggalkan kesan yang mendalam pada diri umat islam tentang kemajuan Eropa dan ketertinggalan peradaban kaum muslim. Kesadaran ino lah yang kemudian berubah menjadi berubah menjadi sebuah upaya dan agenda besar umat islam di abad moderen ini guna melakukan pembaruan dan modernisasi.

D. Perkembangan Agama, Politik, Ekonomi

1. Perkembangan Agama
    Masa moderen ini memberi landasan intelektual bagi pembaruan di berbagai bidang, termasuk dalam bidang Agama. Dalam istilah Arab, pembaruan di kenal dengan nama Tajdid. Adapun secara istilah, Tajdid di formulasikan sebagai upaya dan aktivitas untuk mengubah kehidupan umat islamdari keadaan yang sedang berlangsung kepada keadaan yang hendak di wujudkan demi upaya kesejahteraan, baik di dunia maupun di akhirat, di kehendaki oleh islam. Kata pembaharuan islam mempunyai makna”modernisasi”, yaitu ajaran islam yang bersifat relatif dan terbuka untuk perubahan serta pembaruan.

Islam adalah agama yang memberi kebebasan kepa umatnya untuk mengekspresikan diri asalkan sesuai dengan kaidah ajaran islam Dan sejalan dengan tujuan penciptanya, yakni untuk beribadah kepada Allah SWT. Perjalanan sejarah umat islam telah membuktikan bahwa setiap saat ada umat yang senantiasa berposisi sebagai pemberi motivasi atau pembaru bagi masyarakat.

Salah satu pelopor pembaru dalam dunia islam Arab adalah satu aliran yang bernama Wahabiah yang sangat berpengaruh di abad ke-19. Pelopornyo adalah Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1787M) yang berasal dari Nejed, Saudi Arabia. Pemikiran yang dikemukakan oleh Muhammad bin Abdul Wahab adalah upaya untuk memperbaiki kedudukan umat islam dan merupakan reaksi terhadap paham tauhid yang terdapat di kalangan umat islam saat itu. Paham tauhid mereka telah tercampur aduk oleh ajaran tarikan yang sejak abad ke-13 tersebar luas di dunia.

Di setiap negara islam yang dikunjunginya, Muhammad bin Abdul Wahab melihat makam syekh tarika yang bertebaran. Setiap kota, ke makam itu lah umat islam pergi dan meminta pertolongan dari syekh, syekeh atau wali yang telah meninggal dunia di pandang orang yang berkuasa. Perbuatan ini merupakan paham Wahabiah termasuk syirik karena permohonan tersebut  tidak di paham lagi dipanjatan kepada Allha SWT.

Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila Muhammad bin Abdul Wahab memutuskan perhatiannya pada persoalan ini. Ia memiliki pokok pemikiran sebagai berikut.

Yang harus di sembah hanyalah Allah SWT. Dan orang yang menyembah selain dari-Nya telah diinyatakan musyrik.
Kebanyakan orang islam bukan lagi penganut paham tauhid yang sebenarnya karena mereka meminta pertolongan bukann lagi kepada Allah, melainkan dari syekeh. Orang islam yang berperilaku demikian dinyatakan musyrik
Menyebut nama nabi,syekeh,atau malaikat  sebagai pengantar dalam doa juga dikatakan sebagai syirik.
Meminta syafaat selain kepada Allah adalah juga merupakan syirik
Benazar kepada selain dari Allah juga perbuatan syirik
Memperoleh pengetahuan selain Al Quran, hadis, dan kias merupakan ke kufuran
Tidak percaya kepada kada dan kadar Allah merupakan kekufuran
Menafsirkan Al Quran dengan takwil atau interpretasi bebas juga termasuk kekufuran.
Untuk mengembalikan kemurnian tauhid tersebut, makam-makam yang banyak dikunjungi dengan tujuan mencari syafaat, keberuntungan, dan lain-lain sehingga membawa kepada paham syirik. Pemikiran-pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab yang mempunyai pengaruh pada perkembangan pemikiran pembaruan di abad ke-19 adalah sebagai berikut:
Hanya Al Qurandan hadis yang merupakan sumber asli ajaran-ajaran islam. Pendapat ulama bukanlah merupakan sumber.
Taklid kepada ulama tidak dibenarkan
Pintu ijtihad senantiasa terbuka dan tidak tertutup.
Muhammad bin Abdul Wahab merupakan pemimpin yang aktif berusaha mewujudkan pemikirannya. Pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab juga di kembangkan di indonesia yang awalnya di bawa oleh haji asal minangkabau, yaitu Haji Miskin, Haji Piobang, Haji Sumanik.

2. Perkembangan Politik                                                 
    Terdapat dua agenda pemburuan dalam masyarakat islam tentang perkembangan politik yaitu:

a. Persoalan Internasional Politik Islam

    Jamaluddin AL Afgani merupakan tokoh utama penggagas internasionalisme. Islam secara politik. Menurut Al Afgani, umat islam harus menyatukan barisan dan kekuatannya dalam satu bentuk Pan-Islamisme. Halini menjadi sangat penting untuk membentengi diri umat Islam dari dominasi penjajahan Barat. Konsep nasionalisme, yang membuat umat islam terpecah-pecah dan terkotak-kotak dalam sekian banyak notion-state, tidak akan konduktif dan tidak dapat diharapkan untuk menghadapi dominasi Barat tersebut.

b. Persoalan Hubungan Agama dengan Konsep Negara dalam islam

    Respon umat islam terhadap masalah ini muncul dalam tiga bentuk, respon kalangan modermis, revivalis, dan sekularis. Menurut kalangan revivalis, bentuk negara islam harus di kembalikan ke dalam bentuk pengalaman awal sejarah umat islam . Menurut tokohnyo, Abul A’la Al Mududin, kedalutan tertinggi dalam islam adalah Tuhan,Oleh karena itu, Al Quran haruslah menjadi konstituti dasar suatu negara islam.

Bagi kalangan Modernis, Bentuk Negara islam di serahkan sepenuhnya kepada kebutuhan zamannya masing-masing, Yang terpenting adalah bahawa pengelolahan politiknya harus mempunyai landasan etik Islam yang kuat.

Yang paling kontrovesial adalah kalangan sekularis. Berawal dengan menjelaskan sifat kepemimpinan Nabi, Ali Abdurraziq sampai pada kesimpulan bahwa islam tidak mengatur masalah –masalah kenegaraan, tidak memerintahkan, dan juga tidak melarangnya. Hal ini tampak dalam kepemimpinan Nabi yang murni bersifat keagamaan. Muhammad dalam pandangan Ali Abdurraziq, menyerahkan sepenuhnya masalah kenegaraan kepada umat islam secara rasional dan berdasarkan pengalaman historisnya masing-masing untuk mengatur, mengelola, dan memformat negaranya.

3. Perkembangan Ekonomi

     Perekonomian penduduk yang merupakan syarat utama bagi kelangsungan hidup dan hal ini disadari oleh Kerajaan Usmani sebagai negara yang mengalami awal masa pembaruan. Maka dalam hal perekonomian, Kerajaan Usmani melakukan hal-hal berikut:

Pada periode pertama, Usmani bertujuan menguasai beberapa jalur perdagangan dan beberapa sumner produktif.
Berbagai produk dari Irian, Teluk Persia, dan, Laut  Merah membantu dalam menjadikan Usmani sebagai pusat perdagangan yang makmur.
Beberapa rute haji mengantar warga dari berbagai wilayah Kerajaan Usmani ke Mekah dan Madinah. Mekah merupakan sebuah kota pusat perdagangan rempah-rempah, mutiara, lada, dan kopi.
Penyediaan sarana kendaraan haji di Damaskus, Koiro, dan Bagdad menjadi kegiatan bisnis yang penting.
Dalam rentangan abad 15 dan 16, Basrah menjadi pusat perdagangan terbesar di Anotolia serta berbagai dermaga terbesar dalam pertukaran barang –barang.
Kota Istambul di bangun dengan merekontruksi beberapa institusi publik seperti sekolah, rumah sakit, tempat pemandian umum, dan tempat pengapdian.
Pada abad 17 dan 18, berlangsung perubahan situasi yang sangat menonjol dalam sistem kerajaan Usmani, artinya terjadi pula pecahnya peperangan yang berkepanjangan antara petinggi pusat dan petinggi lokal untuk memperebutkan kekuasaan terhadap pendapatan atas pajak produksi penduduk.

B. Perkembangan ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    Beberapa tokoh yang terkenal dalam dunia ilmu pengetahuan atau pemikiran islam tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Jamaluddin Al Afgani (Iran Turki 9 Maret 1897)
Salah satu sumbangan terpenting di dunia islam diberikan oleh Sayid Jamaluddin Al Afgani. Gagasan mengilhami kaum muslim di turki, iran, mesir, dan india.

2. Muhammad Abduh (Mesir 1849-1905) dan Muhammad Rasyid Rida
Guru dan murid tersebut sempat mengunjungi beberapa negara Eropa dan terkesan dengan pengalaman mereka di sana. Rasyid Rida mendapat pendidikan islam tradisional dan mengguasai bangsa asing.

3. Toha Husein (Mesir Selatan 1889-1973)
Toha Husein adalah seorang sejarawan dan filsuf yang amat mendukung gagasan Muhammad Ali Pasya. Ia merupakan seseorang pendukung modernisme yang gigih.

4. Sayid Qutub (Mesir 1906-1966)dan Yusuf Al Qardawi
Al Qardawi menekankan perbedaan modernisasi dan pembaratan. Jika modernisasi yang dimaksud bukan berarti upaya pembaratan dan memiliki batasan pada pemanfaatan ilmu pengetahuan modern serta peneratan teknologinya, maka Islam tidak menolaknya, bahkan mendukungnya.

5.  Sir Sayid Ahmad Khan (India 1817-1898)
Sir Sayid Ahmad Khan adalah pemikir yang menyerukan saintifikasi masyarakat muslim. Seprti halnya Al Afgani, ia menyerukan kaum muslim untuk meraih ilmu pengetahuan moderen. Akan tetapi, berbeda dengan Al afgani, ia melihat adanya kekuatan yang membebaskan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi moderen.

6. Sir Muhammad Iqbal (Punjab 1873-1938)
Generasi awal abad ke-2 adalah Sir Muhammad Iqbal yang merupakan salah seorang muslim pertama dfi anak benua india yang sempat mendalami pemikiran Barat moderen dan mempunyai latar belakang pendidikan yang bercorak tradisional intelektual islam.

C. Perkembangan Seni dan Budaya
     Hal yang dapat di pelajari di berbagai negara islam atau negara yang berpenduduk mayoritas umat islam adalah:

1.   Arsitektur

Arsitektur ada yang berfungsi melayani keagamaan, seperti masjid, makam, madrasa dan adapula yang berfungsi melayani kepentingan sekunder, seperti istana, benteng, jalan-jalan raya, karava serai.Di bidang perhotelan telah di bangun hotel-hotel mewah bertaraf internasional antara lain :

Masjidil Haram artinya masjid yang di hormati atau dimuliakan. M asjid ini berbentuk empat persegi terletak di tengah-tengah kota mekah, Masjid ini merupakan masjid tertua di dunia.
Masjid Nabawi adalah Masjid yang megah dan indah serta sangat luas.Masjid Nabawi bertahmbah megah dan indah dengan adanya sepuluh buah manara yang menjulang tinggi, 95 buah pintu yang lebar dan indah, dan juga kubah masjid yang dapat terbuka dan tertutup.

Sekarang ini Tehera merupakan salah satu kota terbesar di Asia. Bangunan arsitektur peninggalan Dinasti Qatar yaitu:

Istana Niavarand, tempat kediaman Syah Muhammad Reza Pahlepi dan keluarganya
Pengkuburan Behesyyti Zahara, Pekuburan ini tempat dimakamkah puluhan ribu pahlawan Revolusi islam.

2. Sastra

Pada masa pembaharuan telah bermunculan para sastrawan yang berkarya sastranya bersifat islami di berbagai negara, misalnya
Seorang sastrawan dan pemikir besar, menjelang abad ke-20 telah lahir di Pskitan (1877-1938)yang bernama Muhammad Iqbal, ia telah mengungkapakan filsafat tentang puisi menggunakan bahasa Urdu dan Persi.
Mustafa Lutfi Al-Manfaluti (1876-1926) seorang sastrawan dan ulama Al Azhar
Dr. Muhammad Husain Haekal (1888-1956) pengarang yang telah menulis Hayatu Muhammmad
Jamil Sidiq Az-Zahawi (1863-1936)seorang perintis sajak moderen dan seorang penyair tua
Abdus Salam Al-Ujaili (Lahir 1918)Seorang sastrawan di Suriah dan juga seorang dokter medis
Aisyah Abdurrahman seorang dokter dalam sastra klasik

3.Kligrafi

Kata Kaligrafi berasal dari Bahasa Yunani: Kaligrafia atau kaligraphos. Kallos berarti indah gropho berarti tulisan.jadi kaligrafi berarti indah yang mempunyai nilai estetis.

Perhatian umat islam indonesia terhadap seni kaligrafi cukup bagus. Hal ini ini di tandai antara lain:

Diadakan pameran lukisan kaligrafi nasional
Di selengarakannya Mussabaqah khaaf indah Al-Quran dalam setiap MTQ.

D. Hikmah Perkembangan Islam pada Masa Moderen
     Sejarah di kemukakan dalam Al Quran sebagai kisah atau peristiwa yang dialamiumatmanusia di masa lalu.
      Pelajaran yang dapat diambil dari sejarah dapat menjadi pilihan ketika  mengambil sikap.

Wassalamualaikum wr.wb...

Sumber dari : https://visiuniversal.blogspot.com/2014/04/perkembangan-islam-pada-masa-modern.html?m=1

Jumat, 09 Juni 2017

Mempertahankan Kejujuran sebagai Cermin kehidupan

Mempertahankan Kejujuran sebagai Cermin kehidupan


Pengertian Jujur

Apa itu jujur? Kalian pasti sering mendengar kata Jujur. Dalam bahasa arab, kata jujur semakna dengan “as-sidqu” atau ”siddiq” yang berarti benar, nyata, atau berkata benar. Lawan kata ini adalah dusta, atau dalam bahasa arabnya adalah “Al-Kazibu”. Secara istilah, jujur atau as-sidqu bermakna: (1)Kesesuaian antara ucapan dan perbuatan; (2)Kesesuaian antara informasi dan kenyataan; (3)Ketegasan dan kemantapan hati; dan (4)Sesuatu yang baik yang tidak dicampuri kedustaan.

Pembagian Sifat Jujur

Imam Al-Gazali membagi sifat jujur atau benar (siddiq) sebagai berikut.
Jujur dalam niat atau berkehendak, yaitu tiada dorongan bagi seseorang dalam segala tindakan dan gerakannya selain dorongan karena Allah Swt.
Jujur dalam perkataan (lisan), yaitu sesuainya berita yang diterima dengan yang disampaikan. Setiap orang harus dapat memelihara perkataannya. Ia tidak berkata kecuali dengan jujur. Barangsiapa yang menjaga lidahnya dengan cara selalu menyampaikan berita yang sesuai dengan fakta yang sebenernya, ia termasuk jujur jenis ini. Menepati janji termasuk jujur jenis ini.
Jujur dalam perbuatan/amaliah, yaitu beramal dengan sungguh sehingga perbuatan zahirnya tidak menunjukkan sesuatu yang ada dalam batinnya dan menjadi tabiat  bagi dirinya.

Kejujuran merupakan fondasi atas tegaknya suatu nilai-nilai kebenaran karena jujur identik dengan kebenaran Allah Swt. Berfirman:

ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا اتَّÙ‚ُوا اللَّÙ‡َ ÙˆَÙ‚ُولُوا Ù‚َÙˆْلا سَدِيدًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah Swt. Dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (Q.S. al-Ahzab/33:70)

Ayat-ayat Al-Quran dan Hadis tentang Perintah Berlaku Jujur

Q.S. al-Maidah/5:8

ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا Ùƒُونُوا Ù‚َÙˆَّامِينَ Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ Ø´ُÙ‡َدَاءَ بِالْÙ‚ِسْØ·ِ ۖ ÙˆَÙ„َا ÙŠَجْرِÙ…َÙ†َّÙƒُÙ…ْ Ø´َÙ†َآنُ Ù‚َÙˆْÙ…ٍ عَÙ„َÙ‰ٰ Ø£َÙ„َّا تَعْدِÙ„ُوا ۚ اعْدِÙ„ُوا Ù‡ُÙˆَ Ø£َÙ‚ْرَبُ Ù„ِلتَّÙ‚ْÙˆَÙ‰ٰ ۖ ÙˆَاتَّÙ‚ُوا اللَّÙ‡َ ۚ Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ Ø®َبِيرٌ بِÙ…َا تَعْÙ…َÙ„ُونَ
“wahai prang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena allah (ketika) menjadi saksi dengan adil.Dan janganlah kebencian mu terhadap satu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.Berlaku adillah.karena (adil) itu lerbih dekat kepada takwa.Dan bertakwalah kepada allah,sungguh,allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan “


Q.S. at-taubah/9:119

ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا اتَّÙ‚ُوا اللَّÙ‡َ ÙˆَÙƒُونُوا Ù…َعَ الصَّادِÙ‚ِينَ
 “wahai orang orang yang beriman! Bertakwalah kepada allah swt.,dan bersamalah kamu dengan orang orang yang benar.”


Hadits dari Abdullah bin Mas’ud ra.
Diriwayatkan dari Abdullah Bin Mas’ud ra.,rasulullah saw bersabda,”hendaklah kalu berlaku jujur karena kejujuran menuntunmu pada kebenaran, dan kebenaran menuntunmu ke surge.dan senantiasa seorang berlaku jujur dan selalu jujur sehingga dia tercatat di sisi allah swt.sebagai orang jujur.dan hindarilah olehmu berlaku dusta karena kedustaan menuntunmu pada kejahatan,dan kejahatan menuntunmu ke neraka.dan seseorang senantiasa berlaku dusta dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi allah swt.sebagai pendusta.”(H.R. Muslim)